November 8, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Andi Mallarangeng pandai benar menempatkan diri ketika menghadapi kondisi yang bakal melibatkannya. Dia terlihat tidak emosional, masih sanggup tersenyum, dan berusaha tenang karena Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ini memang tidak dalam tekanan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
November 8, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Tentara itu sudah kembali. Evert Ernest Mangindaan adalah tentara yang pernah kalah sebelum bertempur. Dia “dikalahkan” oleh peraturan sebelum maju sebagai calon Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia pada pemilihan 2003. Kini tentara itu sudah kembali dan menjadi menteri. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Oktober 25, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Seorang teman mencibir ketika saya menyebut nama Anda bakal menggantikan Adhyaksa Dault sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Dia cemas dan berterus terang bahwa Anda, yang lebih banyak ngomong politik, tidak bakal memberi apa-apa sebagai menteri, seperti kecemasan yang dia rasakan lima tahun terakhir ini ketika olahraga nasional hanya diisi polemik, amarah, dan ketidakpastian prestasi. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam tokoh | 1 Komentar »
Oktober 18, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Adhyaksa Dault tidak memperlihatkan tanda-tanda bakal berhenti menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Dia tetap bersemangat dan masih saja menyuarakan yang tidak pasti. Selasa lalu, di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno, dalam acara peringatan Hari Olahraga Nasional 2009, menteri yang meledak-ledak itu kembali mengatakan Indonesia pasti menempati peringkat ketiga di SEA Games Laos, Desember nanti. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam tokoh | Leave a Comment »
Oktober 14, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Tidak satu pun bisa mematahkan semangat Mangombar Ferdinand Siregar atau yang lebih dikenal M.F. Siregar. Dia tak terlihat lelah. Dia ingin terus mengabdi. Jika dia gelisah, kegelisahan itu tak jauh dari kondisi olahraga kita, yang tak kunjung membaik. “Saya selalu gelisah karena saya mengikuti olahraga di negeri ini sejak nol,” katanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam tokoh | Leave a Comment »
September 6, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
“Kemewahan” itu telah didapat Kurniawan Dwi Yulianto. Dia sudah terbiasa membasahi muka dengan air wudu. Dia semakin khusyuk, dan sajadah tak pernah jauh darinya. Dia kini sedang melewati Ramadan di Lamongan, yang merupakan kemewahan yang tak tertandingi bagi mantan pemain nasional itu, bersama Nur Ratqana Dewi, wanita Sarawak, yang dia nikahi Mei lalu. Baca entri selengkapnya »
Tag: kurniawan dwi yulianto
Ditulis dalam sepak bola | 1 Komentar »
September 2, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Patung itu telah lama roboh dan puingnya tak lagi tersisa. Namun, kenangan terhadap Ribut Waidi, yang patungnya berdiri tegak sejak 2003 di kawasan Jatingaleh, Semarang, tak akan pernah hilang. Dia adalah pahlawan sepak bola Indonesia. Tak seorang pun boleh melupakannya. Baca entri selengkapnya »
Tag: ribut waidi, sea games 1987, sea games 1991
Ditulis dalam sepak bola | 1 Komentar »
Agustus 20, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Lucky Acub Zainal masih menyimpan Arema Malang di hatinya. Virus CMV (cytomegalovirus), yang menyerang mata kanannya sejak Maret 2006 dan membuat dia buta, tidak lantas membutakan mata hatinya. Lucky masih melihat dan peduli terhadap masalah-masalah Arema. Dia masih sanggup tersenyum dan menyuarakan kedamaian untuk Arema. “Karena saya mencintai Arema,” kata Lucky. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam sepak bola | 1 Komentar »
Agustus 12, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Bambang Pamungkas (BP) tidak bisa menghalangi Ponaryo Astaman bermain di Sriwijaya FC pada musim kompetisi mendatang. BP juga harus menghargai pilihan rekannya itu. Keputusan yang diambil Popon–panggilan Ponaryo–adalah keputusan yang cerdas dan tak satu pun bisa menghalanginya. Dia tak hanya meninggalkan Persija Jakarta, tapi juga telah menempatkan dirinya sebagai seorang pemain profesional.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam sepak bola | 1 Komentar »
Agustus 2, 2009 oleh yonmoeis
Yon Moeis
Wartawan Tempo
Kartu berwarna merah itu ikut mengiringi akhir perjalanan Purwanto. Namun, wasit dengan sejumlah predikat terbaik ini sangat menyesal. Dia harus mengakhiri karier sebagai wasit dengan mengeluarkan kartu merah, yang selama ini tersimpan di sakunya. Final Copa Indonesia 2008-2009 antara Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura, yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang, 27 Juni lalu, adalah final yang menyakitkan. Purwanto ingin menyelesaikan pertandingan, tapi ia tak kuasa menahan kemarahan para pemain Persipura. “Sebenarnya saya tidak ingin menyakiti siapa pun,” katanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »