Alex Noerdin, Mallarangeng, dam Kacang Rebus di Buddha bar

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Alex Noerdin seperti tak ingin cepat menyelesaikan makan siangnya. Dia mulai menikmati makanan-makanan pembuka dengan menyantap udang tempura, yang menjadi salah satu menu andalan Buddha Bar, restoran yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta. “Karena enak, boleh tambah dua lagi,” kata Alex. Baca entri selengkapnya »

Christian Hadinata dan Pecundang di Hati Sang Pendeta

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Tidak ada yang berubah pada Christian Hadinata. Tetap tenang dan tidak meledak-ledak. Namun legenda bulu tangkis itu bisa juga emosional, cemas, dan tak mampu menahan rindu. “Saya selalu merindukan saat-saat Piala Thomas diperebutkan,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Robby Darwis, Jaya Hartono, dan Pertaruhan Sang Jagal

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Robby Darwis tidak akan pernah bisa menahan Jaya Hartono. Dua mantan pemain nasional ini harus berpisah, dan yang bisa Robby lakukan adalah memahami perasaan kawannya itu. Jaya mengundurkan diri dari posisi pelatih Persib Bandung lantaran tak kuat lagi menahan beban, yang dia tanggung sendiri. “Tidak ada lagi kenyamanan dan yang saya dapatkan adalah tekanan-tekanan,” kata Jaya. Baca entri selengkapnya »

Ivan Kolev, Mimpi 2020, dan Ilusi di Balik Tembok Penjara

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Ivan Venkov Kolev tidak akan pernah menyesal ketika dia harus meninggalkan Indonesia. Dia dipulangkan karena dinilai gagal. Dia dipecat sebelum tugasnya berakhir. Kolev pergi membawa hati yang tercabik-cabik. Tapi tak seorang pun bisa meraba isi hatinya jika Kolev juga bisa merindukan negeri ini. “Suatu saat saya ingin kembali ke Indonesia,” katanya. Baca entri selengkapnya »

The Smiling Chairman dan Pemimpin Gantungan Kunci

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Senyum Kosasih Purwanegara masih terbayang. Sejuk dan memberi kenyamanan. Tapi, setelah 19 tahun berlalu, masih adakah senyum itu dalam sepak bola kita? Baca entri selengkapnya »

Ferril Raymond Hattu dan Teror Kopi Pahit di Kulala Bar

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Dulu Ferril Raymond Hattu dikenal sebagai libero terbaik Indonesia. Elegan, cerdas, dan sulit dilewati. Dia mengambil bola dengan sempurna tanpa harus menyakiti lawan. Akurasi umpannya terjaga dengan baik. Di luar lapangan, Ferril–dia enam tahun memegang ban kapten tim nasional–adalah pribadi yang menyenangkan. Baca entri selengkapnya »

Rekomendasi Malang dan Peti Mati di Kereta Gajayana

Mei 17, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Nugraha Besoes menenggelamkan kepala Nurdin Halid dalam pelukannya ketika sang ketua terduduk menahan air mata. Kemudian suasana kemenangan pun seketika merebak. Dari kejauhan, terdengar ada yang berteriak, “Nurdin sulit dirobohkan….” Baca entri selengkapnya »

Panigoro dan Obrolan Sepak Bola di Jenggala

April 2, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Arifin Panigoro selalu menyempatkan waktu untuk bicara sepak bola dan tidak pelit membagi pengalaman kepada siapa pun. Dia tak peduli siapa teman bicaranya dan, jika obrolan sudah digelar, pengusaha itu bak seorang penyerang, yang tampil tajam, menekan, dan seketika melemahkan pertahanan lawan. Baca entri selengkapnya »

Ketika ‘Pengatur Serangan’ Itu Kembali ke Malang

Maret 21, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Sumohadi Marsis masih saja tidak pernah bisa menunda pekerjaan. Dia berdiri dan bergegas memenuhi permintaan wawancara Metro TV. Secangkir teh yang terhidang di mejanya, yang ia tinggalkan, masih hangat. “Sekarang saja,” kata Sumo. Wartawati cantik stasiun televisi itu pun terlihat gelagapan. Baca entri selengkapnya »

Taufik Hidayat dan Kereta Terakhir Menuju Stasiun New Street

Maret 14, 2010

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Kintani sangat menyesal tidak berangkat ke Birmingham. Dia sudah membayangkan menyaksikan Taufik Hidayat di arena All England dan berada dalam kereta api menuju Stasiun New Street, yang membawanya dari Stasiun Euston di London selama dua jam perjalanan. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.