Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

Masih Adakah Mimpi Itu di Sana?

November 8, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Andi Mallarangeng pandai benar menempatkan diri ketika menghadapi kondisi yang bakal melibatkannya. Dia terlihat tidak emosional, masih sanggup tersenyum, dan berusaha tenang karena Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ini memang tidak dalam tekanan. (lagi…)

Lape, Piala Dunia 2022, dan Tim Nasional Impian

November 8, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Tentara itu sudah kembali. Evert Ernest Mangindaan adalah tentara yang pernah kalah sebelum bertempur. Dia “dikalahkan” oleh peraturan sebelum maju sebagai calon Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia pada pemilihan 2003. Kini tentara itu sudah kembali dan menjadi menteri. (lagi…)

Purwanto, Togar, dan Mafia Berbaju Hitam

Agustus 2, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Kartu berwarna merah itu ikut mengiringi akhir perjalanan Purwanto. Namun, wasit dengan sejumlah predikat terbaik ini sangat menyesal. Dia harus mengakhiri karier sebagai wasit dengan mengeluarkan kartu merah, yang selama ini tersimpan di sakunya. Final Copa Indonesia 2008-2009 antara Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura, yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang, 27 Juni lalu, adalah final yang menyakitkan. Purwanto ingin menyelesaikan pertandingan, tapi ia tak kuasa menahan kemarahan para pemain Persipura. “Sebenarnya saya tidak ingin menyakiti siapa pun,” katanya. (lagi…)

Manchester United dan Wajah Sepak Bola Indonesia

Juli 26, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Bom di Mega Kuningan yang meledak pada Jumat pekan lalu tidak serta-merta menciutkan hati Agum Gumelar. Mantan komandan Kopassus, satuan elite TNI Angkatan Darat, itu berusaha tegar dan tetap tersenyum. Jika dadanya terasa sesak, itu lantaran Manchester United batal berkunjung ke Jakarta. Tapi, katanya, “Saya tidak kapok.” (lagi…)

Arcan Iurie, Freddy Muli, dan Cinta Persebaya

Juni 7, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Suasana hati Arcan Iurie Anatolievici terlihat jelas pada wajahnya. Kusut dan tidak menentu. Dia berusaha tersenyum. Namun, semua itu tak mengubah keputusan manajemen Persebaya, yang tidak memperpanjang kontraknya sebagai pelatih, yang berakhir pada 31 Mei lalu. Iurie harus meninggalkan Surabaya dan ambisinya untuk meloloskan Bajul Ijo–julukan Persebaya–ke Liga Super pun kandas. “Tidak mengapa, saya tidak marah, ini biasa dalam sepak bola,” katanya. (lagi…)

Anak Kolong Itu Tak Singgah ke Ungaran

Mei 10, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Bambang Nurdiansyah pandai benar menyembunyikan perasaannya. Dia tersenyum dan seperti tidak sedang mengalami apa-apa. Padahal mantan pemain nasional itu baru saja menanggalkan pekerjaan sebagai pelatih. Dia harus meninggalkan Semarang sekaligus meninggalkan setumpuk kenangan bersama Mahesa Jenar, klub yang sudah dibubarkan pengelolanya. “Sangat ironis dan saya sedih,” kata Bambang. (lagi…)

Langkah ‘Perwira Polisi’ Itu Tak Terhenti di Lamongan

April 5, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Muhammad Basri tak mampu menahan emosi. Dia terlihat meneteskan air mata. Dadanya terasa sesak ketika harus meninggalkan Persela Lamongan, klub yang dia tangani sejak 2007. Sejatinya, Basri tidak pergi dan tidak pula meninggalkan Persela. Namun, jika dia harus pergi, kelak dia pasti dikenang sebagai manusia yang mencintai pekerjaan, profesional, dan totalitas yang terpelihara dengan baik. (lagi…)

Redouane Barkaoui, Pemain Asing, dan Surga Lembah Baliem

Maret 29, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Empat lelaki itu turun ke dance floor. Mereka menari seirama dengan entakan-entakan musik tekno yang mengalir lambat. Mereka meninggalkan botol bermerek Jack Daniel’s, minuman beralkohol 40 persen, di atas meja tempat duduk mereka semula. Satu dari empat lelaki yang sedang bersenang-senang itu adalah Redouane Barkaoui, yang tak lama kemudian menghilang ditelan kegelapan malam. (lagi…)

Yoyok Sukawi, Hary Ruswanto, dan Cinta di Jati Diri

Maret 22, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Dua lelaki ini terakhir kali bertemu di Stadion Jati Diri Semarang, Sabtu sore, 14 Maret lalu. Keduanya duduk tak berjauhan dan masing-masing asyik dengan dunianya. Yoyok Sukawi sibuk mengajukan protes, sedangkan Hary Ruswanto lebih banyak berdiam diri. Namun, dua manajer tim ini sesekali terlihat saling mencuri pandang. (lagi…)

Sepak Bola (Kompetisi) Kita yang Terpasung

Maret 15, 2009

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Ini adalah hari-hari yang melelahkan bagi Joko Driyono. Dia harus pergi ke Kalimantan, Palembang, Solo, Surabaya, Jakarta, dan balik lagi ke Surabaya. Perjalanan lelaki kelahiran Ngawi itu memang tidak istimewa dan biasa-biasa saja. Namun, kepergian Mas Joko–begitu saya memanggil Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia–itu bisa menjadi istimewa karena dia harus memeras otak bertalian dengan keberlangsungan kompetisi. (lagi…)