Yon Moeis
Surat dari Nakhon Ratchasima, Thailand (1)

Soeng Kwan baru selesai berwudu. Ia bersama empat temannya menuju lantai atas Masjid Al-Ridwan, yang berada di Chang Phuak Road. Salat Jumat kemarin belum dimulai, tapi jemaah masjid sudah mulai berdatangan.

Masjid Al-Ridwan adalah satu dari dua masjid yang ada di Nakhon Ratchasima. “Satu masjid lagi jauh dari sini, ke arah Bangkok,” kata H Muhammad Yahya seusai salat Jumat. Lelaki berusia 55 tahun itu adalah khatib sekaligus imam di masjid itu.

Masjid Al-Ridwan tidak begitu mencolok, tapi tak sulit mencarinya. Untuk menuju ke sana, hanya ada papan kecil sebagai petunjuk di ujung Chang Phuak Road. Bangunan masjid yang dibungkus warna putih-krem itu tak terlihat tua. Warna putih memperlihatkan kebersihan masjid.
Tempat wudu berada di dekat pintu masuk bagian bawah masjid. Ada sekitar sepuluh keran. Di tiap-tiap keran ada tempat duduk yang terbuat dari beton yang dilapisi keramik berwarna hijau. Orang-orang berwudu sambil duduk.

Salat Jumat yang dipimpin H Muhammad Yahya itu dimulai pukul 13.00 waktu setempat. Ia berkhotbah dengan bahasa Thai dan Inggris. Ayat-ayat dan hadis diucapkan dalam bahasa Arab.

Menurut H Yahya, jemaah Masjid Al-Ridwan datang dari berbagai bangsa. Ia menyebut Cina, Bangladesh, Pakistan, dan Malaysia. “Sedikit sekali orang Thai. Hanya sekitar 45 keluarga,” katanya.

Jemaah Masjid Al-Ridwan adalah para pendatang yang bertugas atau mencari nafkah di Nakhon Ratchasima, dulu dikenal dengan sebutan Korat. Tapi, meski demikian, mereka tak pernah kehilangan tempat bersilaturahmi. Meski tak saling kenal, mereka saling mengucap salam sambil berjabat tangan.

Tali silaturahim tak akan pernah putus di Masjid Al-Ridwan, sekalipun hanya setiap Jumat. Seusai salat, bertempat di bagian bawah bangunan masjid, peserta salat Jumat makan bersama. Uniknya, mereka makan bersama dalam satu nampan aluminum berukuran besar.

Saya melihat Soeng Kwan bersama empat rekannya di sana. Ia melambaikan tangan sebagai tanda mengajak makan bersama. Saya merasakan kedamaian di sana, di Masjid Al-Ridwan.

(Koran Tempo, Sabtu, 8 Desember 2007)