Kanker Itu Tak Bisa Membuat Iwan Semut Ireng Menyerah

Tag

,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Sungguh luar biasa perjuangan Irawan Soepardjo untuk kembali ke dunia gokart. Kanker pankreas stadium 3b yang menggerogoti tubuhnya sejak November 2007 terbukti tidak bisa menghalanginya untuk kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya itu. “Saya sudah kembali, saya segera sembuh,” katanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Jacko, Joseph Refo, dan Komite Eksekutif

Tag

,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Jacksen Ferreira Tiago tidak akan bisa disetarakan dengan Nurdin Halid. Dia hanyalah pekerja sepak bola yang datang dari Brasil. Dia tidak memiliki kekuatan apa-apa, dan pelatih Persipura Jayapura itu setiap saat bisa menjadi orang usiran, sekalipun dia pernah mengatakan,” Saya ingin lebih lama lagi di Papua.” Baca lebih lanjut

Andjas, Sarasehan, dan Sepak Bola di Hati Sang Pemimpi

Tag

, , , ,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Andjas Asmara pernah menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk sepak bola. Dia merasa berdosa telah membuat ribuan orang kecewa. Andjas gagal mengeksekusi tendangan penalti, yang menghentikan langkah tim nasional tampil di Olimpiade Montreal 1976. “Saya mengecewakan banyak orang,” katanya. Baca lebih lanjut

Seratus Hari dalam Ketidakpastian

Tag

, ,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Andi Alifian Mallarangeng dan Nurdin Halid ternyata tidak akan pernah bisa bersama dalam satu kapal, setidaknya ketika keduanya berbeda pandangan dalam menyikapi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Sementara Nurdin keukeuh menuntaskan mimpinya, Andi memilih bertahan, seperti yang pernah dia katakan, “Piala Dunia itu bukan agenda main-main.” Baca lebih lanjut

Bambang Pamungkas di Antara Serdadu dan Narapidana

Tag

, ,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Bambang Pamungkas tidak sedang hendak mencetak gol. Juga tidak ada setetes keringat pun yang jatuh dari tubuhnya. Dia telah mengambil sebagian waktunya untuk menulis pengalaman pribadi sekaligus unek-unek seputar tim nasional. “Saya menulis malam hari kalau ada ide yang menggugah pikiran,” katanya. Baca lebih lanjut

Frans Sinatra dan Proyek ‘Naturalisasi’ Ragunan

Tag

,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Hujan yang mengguyur Jakarta pada akhir-akhir ini tidak akan pernah menghapus jejak sepatu Frans Sinatra Huwae. Dia adalah kapten tim nasional pelajar yang meraih gelar juara Asia 1984 di New Delhi, India, dan 1985 di Jakarta. “Sepak bola telah membawa saya ke mana-mana,” kata Frans. Baca lebih lanjut

Benny Dolo, Kemarahan, dan Kegagalan Sang Arsitek

Tag

, , ,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Benny Dolo ternyata tidak pernah bisa membuat senang banyak orang. Dia gagal dan tidak mampu menyatukan hati jutaan masyarakat sepak bola, yang berkeping-keping, ketika harapan sudah diletakkan di pundaknya. Alih-alih bertanggung jawab, Bendol–begitu dia biasa dipanggil–membuka persoalan lain. “Jika Anda bicara kegagalan, kekalahan Indonesia dari Laos (di SEA Games Laos 2009 di Vientiane) itu juga sebuah kegagalan besar,” katanya. Baca lebih lanjut

Syamsul Anwar dan ‘Penumpang Gelap’ di Vientiane

Tag

, , , ,

Yon Moeis
Wartawan Tempo

Hanya ada satu cara menghentikan lawan di ring tinju. Pukul roboh dan pertarungan pun selesai. Semangat ini pula yang bertahun-tahun tersimpan di dada Syamsul Anwar Harahap, termasuk ketika dia menghentikan petinju Amerika Serikat, Thomas “Hit Man” Hearns, di Piala Presiden, Jakarta, 1976. “Semua yang saya peroleh itu berkat latihan keras,” kata Syamsul ketika ada yang mengungkap kembali berbagai keberhasilan yang dia raih. Baca lebih lanjut